Kakek Gemoy dan Cerita di Taman Kota Di sebuah taman kota yang ramai setiap pagi, ada seorang kakek bernama Pak Harjo. Meski usianya sudah menginjak 75 tahun, semangatnya tak kalah dari anak muda. Setiap pagi, ia mengenakan topi jerami kesayangannya, jaket rajut warna kuning cerah, dan membawa keranjang penuh roti untuk burung-burung di taman. Namun, ada satu hal yang membuat Pak Harjo berbeda: senyumnya yang tak pernah hilang. Pipinya yang sedikit tembam, dengan kacamata bulat besar di atas hidung, membuat siapa pun yang melihatnya merasa gemas. Ditambah lagi, Pak Harjo sering membawa tongkat kayu, yang sebenarnya lebih sering ia gunakan untuk menari-nari kecil di taman daripada untuk menopang tubuhnya. Anak-anak kecil yang bermain di taman selalu menyukai Pak Harjo. Setiap pagi, ia akan membagi roti kecil untuk mereka sambil bercerita tentang masa mudanya. "Dulu kakek ini jago main gitar, lho! Sampai pernah bikin nenekmu jatuh cinta!" ceritanya sambil tertawa lebar, menun...
Postingan
Menampilkan postingan dari 2024
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cinta Pertama: Sebuah Cerita Tentang Rasa yang Tak Terlupakan Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hiduplah seorang pemuda bernama Awan. Ia adalah seorang anak yang sederhana, suka bermain gitar di bawah pohon mangga tua di halaman rumahnya. Hidupnya berjalan biasa saja hingga suatu hari, saat matahari sore mulai tenggelam, seorang gadis baru pindah ke rumah di sebelah. Namanya Laras. Laras adalah gadis ceria dengan senyum yang selalu berhasil membuat hati orang di sekitarnya hangat. Rambut panjangnya yang bergelombang dan suaranya yang lembut langsung menarik perhatian Awan. Setiap kali melihat Laras, ada sesuatu yang berbeda dalam hati Awan—campuran rasa gugup, bahagia, dan takjub yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Hari-hari berlalu, dan Awan mencoba mencari alasan untuk berbicara dengan Laras. Suatu sore, ia membawa gitarnya dan duduk di dekat pagar yang memisahkan rumah mereka. Ia mulai memetik senar gitarnya, memainkan lagu favoritnya, berharap Laras...